Web Counter

Senin, 27 Juni 2011

Komet Berbahaya dekati bumi tahun 2013

Jarak terdekatnya dengan Bumi, sekitar dua tahun.

Komet Lulin

Sebuah komet yang diperkirakan bisa menghantam bumi pada 2013 baru saja ditemukan. Komet tersebut ditemukan dengan menggunakan teleskop yang dirancang khusus untuk berburu asteroid berbahaya.

Seperti dilansir dari Livescience.com, komet bisa terlihat dengan mata telanjang ketika jaraknya sangat dekat dengan bumi. Teleskop Hawaii's Pan-STARRS 1, mendeteksi komet yang diberi nama C/2011 L4 (PANSTARRS), pada malam hari, tepatnya 5 dan 6 Juni lalu.

Penemuan ini lalu dilanjutkan observasi menyeluruh dengan menggunakan instrumen lain keesokan harinya. Diperkirakan jarak komet sekitar 30 juta mil (50 juta kilometer) pada Februari atau Maret 2013.

Selama jarak terdekatnya dengan Bumi, sekitar dua tahun, C/2011 L4 (PANSTARRS) bisa terlihat di langit barat setelah matahari terbenam, jika cuaca cerah.

"Komet ini memiliki orbit yang dekat dengan parabola, berarti bahwa ini mungkin pertama kalinya tidak akan pernah mendekati matahari dan tidak pernah bisa kembali, " kata peneliti dari University of Hawaii, Richard Wainscoat.

Saat ini C/2011 L4 (PANSTARRS) jaraknya sekitar 700 juta mil dari matahari, tepatnya di atas orbit planet Jupiter. Detil ini didapatkan karena teleskop memiliki teknologi detektor elektronik yang sensitif.

Pan-STARRS 1 menemukan komet berbahaya tersebut dengan melakukan pemindaian pada langit untuk mengenali asteroid yang berpotensi membahayakan dan kemungkinan menghantam Bumi. Beberapa bulan ke depan, para astronom akan terus mempelajari komet tersebut. Hal ini demi mendapatkan prediksi yang lebih baik

Jumat, 24 Juni 2011

Mahkluk Aneh Koleksi Museum Jepang

Vampire Monkey
Dr Takeshi Yamada, peneliti asal Jepang, menemukan 10 makhluk aneh yang mengegerkan dunia ilmu pengetahuan. Salah satunya adalah monyet vampire di China. Seperti yang kita ketahui tentang vampire, maka hidup monyet vampire ini tergantung dari menghisap darah makhluk lain.

Uniknya makhluk ini dalam beraktivitas banyak menggunakan tangannya, seperti halnya manusia. Spesies ini diyakin sebagai mata rantai yang putus dari evolusi manusia hingga berbentuk seperti sekarang. Keunikan lainnya, monyet ini seperti burung yang menenun sarangnya.

Spoiler for Vampire Monkey:
Quote:
Giant Carniverous Snail
Penemuan Dr Takeshi Yamada yang menghebohkan lainnya adalah keong raksasa yang ditemukan dari laut terdalam. Kakinya seperti chupacabra, karena itu diberi nama siput chupacabras.
Gambar Giant Chupacabras Snail :

Spoiler for Giant Carniverous Snail 1:

Penemuan lainnya adalah siput pemakan daging terbesar di dunia ini, ditemukan awal tahun 2007. Siput ini juga punya senjata racun yang konon sangat mematikan.
Gambar Giant Carniverous Snail :

Spoiler for Giant Carniverous Snail 2:
Quote:
Giant Sea Dragon
Disebut naga laut raksasa ditemukan di dasar laut Pulau Awaji. Makhluk ini diduga telah punah pada awal abad ke-20.
Gambar Giant Sea Dragon :

Spoiler for Giant Sea Dragon :
Quote:
Prehistoric Horseshoe Crabs
Dua spesies baru kepiting ladam, diduga hidup masa masa pra sejarah sekitar 400 juta tahun lalu. Baru baru ini kepiting purba ini ditangkap oleh tim peneliti dasar laut dari Universitas Higashi Osaka Jepang. Masih ada empat species kepiting purba yang diindetifikasi hidup 250 juta tahun lalu.
Gambar Prehistoric Horseshoe Crabs :

Spoiler for Prehistoric Horseshoe Crabs:
Quote:
Blue Merman
Yang tak kalah mengerikan adalah blue merman yang ditemukan di Pulau Sado. Mirip spesies kadal atau bunglon. Makhluk ini juga berbahaya pada tangan-tangannya yang bisa mengembang. Bila usianya semakin bertambah, bintang ini akan terlihat mirip kodok.
Gambar Blue Merman :

Spoiler for Blue Merman:
Quote:
Quote:

Pict Tambahan Koleksi Museum Jepang

Spoiler for Pict Koleksi Museum Lainnya :
Spoiler for Strange Crab :
Spoiler for Strange Crab 2 :
Spoiler for Strange Frog :
Spoiler for Strange Turtle:
Spoiler for Strange Animal 1 :
Spoiler for Strange Animal 2 :
Spoiler for Strange Animal 3:

Ada yang aneh dengan mobil ini



nah lo...gmn caranya tuh,posisinya kebalik gitu....

Parrot Flower, Bunga Cantik Berwujud Seperti Burung Beo

Setiap manusia pada hakikatnya menyukai keindahan, dan keindahan-keindahan biasanya di ekspresikan melalui bunga. Nah, ternyata di Thailand terdapat bunga yang berbentuk unik dengan gradasi warna yang cantik dan serasi. Bunga tersebut bernama Parrot Flower.

Nama Parrot Flower diberikan kepada bunga ini karena bentuknya yang menyerupai burung beo. Namun Anda hanya boleh mengaguminya tanpa boleh untuk memegangnya karena spesies bunga ini cukup langka dan dilindungi, sehingga bunga Parrot Flower ini tidak boleh di ekspor ke luar negeri.

Selain itu ada juga satu lagi jenis bunga cantik lainnya, yaitu Rainbow Roses. Bunga yang spektakuler ini dihasilkan di Belanda setelah percobaan selama bertahun-tahun.
[Rainbow-Rose.jpg]

Warna-warna indah yang dihasilkan di tiap kelopaknya, dibentuk secara natural melalui pewarnaan alami melaui batangnya selama masa pertumbuhan.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhwclETeO7T8Nb9hLN8IOy8_3xcYBHRywAFwcD-JNO_jj2uq2TcnYdF75wlLxED8WiCOkeDzZvoApm36UA3hEEXAinJ5cvTv-2lUNv4VVqW_RZrQXH39DzCxWWDgXEOD_HTGYMr7w-_C8/s400/roses_450x479.jpg


[2264903076_ac9a82f055.jpg]

Tahun 2050 JAKRTA terancam Menjadi Kota Mati

Sejak era 1987-an, kondisi Jakarta mengalami penurunan. Jakarta mulai terlihat tidak lagi bisa berkembang dengan ideal seperti tahun 1960 silam. Di tahun 1980-an, kondisi itu semakin parah. Hingga akhirnya memasuki tahun 1990, kondisi Jakarta jadi sangat mengkhawatirkan.


"Pemerintah dan masyarakat baru menyadari kalau Jakarta sudah parah sepuluh tahun lalu," kata pengamat tata Kota Universitas Trisakti Nirwono Yoga kepadaTempo, Rabu, 22 Juni 2011.

Memasuki tahun 2000, masyarakat dan pemerintah melakukan sejumlah program untuk memperbaiki Jakarta. Namun, menurut Nirwono, langkah-langkah itu masih berjalan sangat lambat. "Kalau seperti ini terus, tahun 2030 Jakarta akan menuju bunuh diri ekologis perkotaan dan 2050 akan menjadi kota mati," ujar dia.

Saat ini, Jakarta sudah menunjukkan ciri-ciri kota yang menuju bunuh diri ekologis perkotaan. Nirwono memberi beberapa contoh, seperti intrusi atau merembesnya air laut di bawah tanah yang mencapai 1/3 wilawah Jakarta atau sudah mencapai Bunderan Hotel Indonesia, amblesnya tanah sedalam 4-26 cm di Jakarta Barat, Pusat, dan Utara, abrasi pantai sejauh 200 meter dari tepian pantai di Jakarta Utara, serta tingginya polutan yang mencemari air tanah.

Agar tidak menjadi kota mati di 2050, Nirwono memberi dua saran, yakni pembenahan kota dari banjir dan macet. Untuk pembenahan kota dari kemacetan, Nirwono berpendapat bila pemerintah harus membenahi transportasi umum, berupa kereta komuter, koridor 15 busway, serta jalur sepeda dan pejalan kaki. Untuk pembenahan kota dari banjir, pemerintah harus menambah 30 persen ruang terbuka hijau serta perbaikan aliran sungai dan pembuangan air. "Pemerintah juga harus membangun hunian terpadu untuk kalangan menengah ke atas dan bawah," ujarnya.

Saat ini, pembangunan hunian terpadu hanya difokuskan untuk masyarakat dengan ekonomi menengah ke atas saja. Padahal, pembangunan hunian terpadu seharusnya bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dari berbagai lapisan ekonomi. "Yang ideal, hunian terpadu itu terdiri dari satu hotel, tiga apartemen, dan enam rumah susun. Dilengkapi fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit, dan pasar."

Hunian terpadu itu, lanjut dia, bisa menekan orang mengunakan kendaraan pribadi atau melakukan perjalanan karena di tempat itu semua fasilitas telah tersedia. Dan pada hunian terpadu ideal, penghuni rumah susun bisa bekerja di apartemen, hotel, atau fasilitas umum di tempat itu. "Jadi, bukan project oriented, tapi peningkatan kesejahteraan warga, terutama ekonomi mengengah ke bawah. Kalau Casablanca itu proyek menengah ke atas," ujarnya.

Bila langka-langkah itu dilakukan bersama-sama dan dengan serius, Nirwono yakin 20 tahun ke depan Jakarta bisa menjadi kawasan layak huni. "Pemerintah pun harus mulai sosialisasikan draft RT/RW 2010-2030, biar masyarakat memberi masukan," kata dia

Folowers

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More