Web Counter

Rabu, 06 April 2011

Korundum mineral yang lebih keras dari Berlian




Ketika seseorang diminta menyebutkan permata seperti berlian , topaz , aquamarine , zamrud dan garnet, korundum biasanya tidak disebutkan, namun dua varietas korundum, yaitu permata merah korundum dikenal sebagai ruby dan semua warna lain korundum dikenal sebagai safir.





Korundum alam adalah mineral kedua terkeras setelah berlian yang masih empat kali lebih keras dari mineral ini. Kekerasan korundum dapat dikaitkan dengan ikatan aluminium dan oksigen yang kuat dan pendek. Ikatan ini menarik oksigen dan aluminium atom berdekatan, membuat kristal tidak hanya keras tapi juga cukup padat untuk mineral yang hanya terdiri dari dua elemen ringan.






PHYSICAL CHARACTERISTICS:
1.Warna sangat bervariasi itu. Warna dapat putih atau tidak berwarna, biru, merah, kuning, hijau, cokelat, ungu, dan merah muda
2.Tingkat kemampuan merefleksikan cahaya dimulai dari selevel kaca sampai adamantine lustre(*lihat wiki)
3.Transparansi Kristal bisa transparan atau translucent.
4.Sistem kristal trigonal; bar 3 2 / m
5.Tingkat kekerasan/hardness adalah 9
6. Berat Jenis adalah sekitar 4,0 + (di atas rata-rata untuk mineral tembus pandang)
7. Associated Minerals include calcite , zoisite , feldspars , micas and garnets . Associated Mineral termasuk kalsit , zoisite , feldspars , micas dan garnet .
8. Karakteristik lain: indeks bias sekitar 1,77; pleochroic (intensitas warna bervariasi dari arah melihat berbeda); membentuk pola pada permukaan yang terpisah.
9. Lebih banyak ditemukan di Burma, Sri Lanka, North Carolina dan Montana, Amerika Serikat; Afrika, beberapa daerah di India, Timur Tengah dan negara-negara Asia Tenggara.
10.Indikator untuk menentukan kualitas terdiri dari kekerasan ekstrim, kepadatan dan crystal habit

Apel yg hanya 1 di dunia





Pasti agan dh tau ap nama apelnya kan ??
yapp betul APEL 2 WARNA

16 hukuman sadis dalam sejarah kekisaran cina kuno

1. Dikuliti

Saat menguliti mulai dari tulang belakang, kulit punggung dibelah menjadi dua, perlahan-lahan pisahkan kulit dengan daging, dibuka seperti kupu-kupu yang mengembangkan sayapnya. Selain itu, ada sebuah cara lain untuk menguliti, entah berapa besar tingkat
kevalidannya. Yaitu dengan mengubur orangnya di tanah, hanya terlihat
kepalanya saja. Buat goresan berbentuk tanda (+) di atas kepala, lalu
buka kulitnya, tuangkan mecury ke dalamnya.

Karena berat jenis mercury sangat berat, maka akan dapat memisahkan kulit dan daging, orang yang terbubur di tanah akan merasa sangat kesakitan, namun tidak dapat melepaskan diri. Lalu terakhir akan melompat keluar dari lubang, meninggalkan selembar kulit di tanah... lalu kulit tersebut dijadikan genderang, digantungkan di depan pengadilan untuk memperingatkan orang lain. Pada awalnya, hukuman dikuliti dilakukan setelah mati, kemudian berkembang menjadi dikuliti hidup-hidup.

2. Penggal pinggang

karena penggal pinggang adalah memisahkan tubuh seseorang dari bagian
tengah, sedangkan organ-organ penting berada pada tubuh bagian atas,
maka yang dihukum tidak akan segera mati, melainkan masih sadar dan memerlukan beberapa saat lagi hingga akhirnya mati. Saat Kaisar Chengzu dari dinasti Ming menghukum mati Fang Xiaoru, yang
digunakan adalah penggal pinggang ini. Konon setelah dipenggal, Fang
Xiaoru masih bisa merangkak dan menulis huruf "cuan" (= merebut ;
biasanya untuk merebut tahta) di tanah. Setelah menulis 12 setengah huruf, baru akhirnya mati.

3. Pisahkan dengan kereta

Nama lainnya adalah "membelah mayat dengan 5 kuda". Sangat sederhana, yaitu dengan mengikat kepala, kedua tangan & kedua kaki dengan tali, lalu ditarik oleh 5 ekor kuda ke 5 arah yang berbeda, sehingga tubuhnya terbelah menjadi 6 bagian. Konon Shang Yang dihukum mati
dengan cara ini. Diperlukan tenaga besar jika ingin memisahkan tubuh
orang menjadi 6 bagian, apalagi jika dengan ditarik. maka dapat
dibayangkan penderitaan si penerima hukuman. Pada saat benar-benar sudah
terpisah, mungkin ia sudah tidak merasakan penderitaan lagi.
Kesakitannya adalah pada saat ditarik.

4. Lima hukuman

Gabungan dari penggal kepala, potong kaki, potong tangan, potong telinga
dan hidung, "belah menjadi 8 bagian". Biasanya setelah orangnya mati, baru
dipotong kepala, tangan & kakinya, lalu tubuhnya dibelah jadi 3.
Setelah Kaisar Gaozu dari Dinasti Han mangkat, Permaisuri Lv menangkap
selir kesayangannya, Nyonya Qi (ibu dari Liu Ruyi), memotong tangan dan
kakinya, juga memotong hidung,
telinga & lidahnya, mencungkil matanya, lalu dibuang ke kandang
babi, diberi nama "ren zhi" (babi manusia). sampai-sampaia anak
Permaisuri Lv juga sangat kaget melihatnya.

5. Hukuman mati pelan-pelan

Pada awalnya adalah setelah mati baru mayatnya dicincang jadi bubur daging, disebut "hai". yang
pernah menerima hukuman ini adalah Zi Lu, dan putra sulung Zhou Wen
Wang: Bo Yi Kao. Kemudian dalam perkambangannya, menjadi lebih mendetil,
yaitu hukuman dilakukan apda saat orangnya amsih hidup, tujuannya
adalah agar yang dihukum menderita, maka ada ketentuan harus dibacok sampai berapa kali dulu sebelum mati.

Konon kemudian hukuman ini dilaksanakan oleh 2 algojo, mulai bacok dari
kaki, terus hingga 1000 bacokan, yaitu dengan dipotong dagingnya
selembar-selembar sampai mati. Katanya jika belum sampai 1000 bacokan sudah mati, maka algojonya juga akan kena hukum. Yang
paling mengenaskan adalah jenderal penentang Qing pada jaman Ming
akhir, Yuan Chonghuan. Karena kaisar Chongzhen terkena siasat adu domba
musuh & mengira ia berkhianat, maka dijatuhi hukuman "lingchi".

Sebelum hukuman dijalankan, tubuhnya dililit dengan jala ikan agar daging-dagingnya menonjol keluar, lebih mudah untuk dipotong-potong. lalu dibawa keliling kota,
ditonton oleh rakyat, dagingnya pun dimakan oleh rakyat. Penderitaan
secara batin mungkin bisa melebihi penderitaan secara fisik. Ini adalah
salah satu hukuman resmi di jaman Ming - Qing.

6. Jerat / gantung

Hukuman jerat di Zhongguo biasa menggunakan senar busur. Yaitu dengan meletakkan senar busur pada leher yang akan dihukum, senar menghadap ke depan, algojo berdiri di belakang sambil memutarkan busurnya semakin lama semakin kencang. Yang dihukum akan mati pelan-pelan. Ayah-anak Yue Fei mati di Paviliun Fengbo dengan cara seperti ini. (karena ia adalah pejabat berjasa, tidak boleh dipenggal, harus meninggalkan jasad yang utuh). Sedangkan Raja Gui dari Dinasti Ming akhir juga dibunuh dengan cara jerat/gantung ini oleh Wu Sangui.

7. Dimasak / direbus

Pada jaman Dinasti Tang, jaman pemerintahan Wu Zetian, ada seorang pejabat bernama Lai Junchen yang suka menggunakan cara-cara hukuman yang kejam. Terhadap tawanan yang
tidak mau mengaku, ia sering menginterogasi dengan memaksa menggunkan
hukuman sadis. Yaitu dengan menggunakan sebuah kuali dan menyuruh
tawanan masuk ke dalamnya, lalu di bawah kuali dibakar api (seperti
memasak). Kalau tawanan tetap tidak mau mengakui kesalahannya, maka akan
mati kepanasan.

Kemudian Wu Zetian mendengar hal ini dan memanggil Lai Junchen. Ia bertanya pada Lai Junchen, apa yang dilakukan bila ada tawanan yang
tidak mau mengaku. Lai Juunchen menceritakan cara ini dengan bangga. Wu
Zetian pun berkata dengan tenang, “Persilakan dia masuk ke kuali.” …
dan Lai Junchen pun mati dibakar.

8. Kebiri habis

Sima Qian pernah menerima hukuman ini sebelum menuliskan kitab sejarah (Shi Ji). Cara kebiri di Zhongguo sangat
mendetil. Pertama-tama, ikat adik kecil (termasuk kantung keturunan)
agar darah tidak dapat mengalir, sampai rusak secara alami, baru kemudian dipotong dengan pisau (seluruhnya, bukan hanya adik kecilnya saja). Setelah dipotong, bubuhi dengan abu wangi untuk
menghentikan darah, tancapkan bulu angsa pada lubang jalur kencing.
Tunggu beberapa hari, cabut bulu angsa. Kalau bisa kencing, berarti
proes kebiri telah berhasil.

Kalau tak bisa kencing, anggap saja gagal, jadi orang cacat, biasanya akan mati keracunan kencing yang tak bisa keluar. Jadi kalau mau mengebiri orang untuk
dijadikan kasim, sebaiknya kebiri waktu masih kecil. Semakin tua,
resikonya akan semakin besar. Hukuman ini sering digunakan oleh kaum
bangsawan untuk menggantikan hukuman mati. Sebaliknya, untuk wanita, adalah dengan ditutup.

9. Lumpuhkan kaki

Untuk potong kaki ini, ada beberapa macam penjelasan yang berbeda. Ada yang bilang dengan memotong kaki dari lutut ke bawah. Ada juga yang bilang dengan mengambil tulang lutut. Yang
kedua tampaknya lebih dapat dipercaya. Pokoknya, ini adalah sejenis
hukuman kejam dengan membuat orang jadi lumpuh. Pada jaman Zhan Guo, Sun
Bin (孙宾) pernah menerima hukuman ini.

Setelah menerima hukuman, baru namanya dibah menjadi Sun Bin (孙膑 --- 膑 :
hukuman lumpuhkan kaki dengan diambil tulang lututnya). Jika tulang
lutut diambul, maka antara kaki bagian atas dan kaki bagian bawah akan
kehilangan hubungan, berdiri pun tidak bisa. Maka dalam sejarah tidak
resmi, Sun Bin bahkan tak bisa emnunggang kuda saat berperang, harus
naik kereta (baik kereta kuda ataupun kereta yang didorong manusia).

10. Tusuk dengan jarum

Yaitu dengan menusukkan jarum pada celah kuku. Biasa digunakan untuk tawanan wanita.



Spoiler untuk 6 lainnya:





11. Kubur hidup-hidup

Sering digunakan pada jaman Zhan Guo. Karena hemat tenaga, juga cepat.
Hukuman kubur pada jaman perang, biasanya tawanan perang disuruh
menggali lubang sendiri, kemudian dibunuh dan dimasukkan ke dalam lubang
itu. Kalau waktunya tidak cukup, langsung saja dimasukkan ke dalam
lubang dan dikubur hidup-hidup. Hukuman kubur hidup-hidup ini sudah ada
sejak jaman kuno. Tapi belum pernah tercatat ada tokoh terkenal yang mati dihukum dengan cara ini. Yang lebih kejam yaitu dengan dikubur dalam posisi berdiri, dengan kepala di atas permukaan tanah, kemudian disiksa dulu.

12. Racun Zhen
Racun zhen sepertinya merupakan cara yang cukup berperikemanusiaan di antara hukuman-hukuman kejam ini. Di antara racun-racun jaman Zhongguo kuno, yang paling terkenal adalah racun zhen. Dari sinilah asal muasal dari peribahasa “minum zhen untuk menghilangkan haus”. Biasa digunakan untuk hukuman “diberi kematian” (maksudnya disuruh bunuh diri sendiri).

13. Hukuman tongkat

Yang dimaksud dengan tongkat, bukan berarti dipukul dengan tongkat.
Melainkan tongkat dimasukkan dari mulut sampai ke dalam tubuh sampai
seluruh tongkatnya masuk, lambung dan organ tubuhnya pecah, yang dihukum
akan mati dengan tragis. Dalam sejarah resmi, tidak ada catatan tentang
hukuman ini. Cara hukuman ini muncul pada novel Xia Ke Xing karya Jin
Yong. Bahkan ada julukan indahnya yaitu “membuka mulut dan tertawa”.

14. Potong dengan gergaji

Yaitu dengan menggergaji orang sampai mati. Ketragisannya sebanding
dengan lingchi & kuliti. Maka di antara hukuman-hukuman kejam di
neraka, ada tertulis tentang hukuman gergaji sampai mati ini.
Sebenarnya, hukuman gergaji ini tidak hanya ada dalam dongeng, melainkan
juga ada di dunia nyata. Dalam tercatat, bawahan dari selir kesayangan
Raja Wu (Sun Hao), merampas harta rakyat di pasar.

Pengurus pasar, pejabat Chen Sheng adalah pejabat kesayangan Sun Hao. Ia
menangkap sang perampas dan dihukum. Sang selir melapor pada Sun Hao,
Sun Hao marah, lalu mencari-cari alasan dan menangkap Chen Sheng atas
dalih kesalahan yang lain. Lalu memerintahkan algojo mambakar gergaji
sampai memerah, dan emnggergaji kepala Chen Sheng. Mayatnya dibuang ke
bawah Si Wang Tai.

15. Patahkan tulang belakang

Saat seseorang punya dendam yang mendalam pada musuhnya, maka ia akan
terpikirkan cara mematahkan tulang belakang ini. cara ini memang
merupakan salah satu cara untuk melampiaskan amarah, karena begitu
tulang belakang patah, orangnya pasti akan mati. Dalam sejarah Zhongguo,
patahkan tulang belakang ini juga merupakan salah satu bentuk hukuman
yang penting. menurut, pada jaman Chunqiu, Ji Chong'er bermaksud
menentukan hukum tertulis secara jelas agar masyarakat patuh pada hukum,
kemudian ia berunding dengan para penasehat.

Seorang pejabat Ji Chong'er yang bernama Dian Jie datang sangat
terlambat. Ada yang menganggap Dian Jie bersalah 7 harus dihukum. Ji
Chong'er setuju, dan Dian Jie dihukum dengan dipatahkan tulang
belakangnya. Semua pnasehat (pejabat) negara Jin dangat takut, mereka
berkata: "Dian Jie yang sudah ikut Ji Chong'er mengembara ke
negara-negara selama 19 tahun, memiliki jasa yang sangat besar, karena
kesalahan kecil saja dihukum dengan begitu berat. Bagaimana dengan
kami?' Sejak saat itu, semua orang jadi sangat taat pada hukum.

16. Sisir & bersihkan

Yang dimaksud dengan sisir & bersihkan, bukanlah anak gadis yang
sedang bersolek, melainkan nama sebuah hukuman sadis. yang dimaksud
adalah menguliti kulit orang dengan sikat besi hingga hanya tinggal
tulang & daging saja, sampai akhirnya mati. Pencetus pertama hukuman
ini adalah Zhu Yuanzhang. Berdasarkan catatan karangan Shen Wen, pada
saat menjalankan hukuman ini, algojo melepas seluuh pakaian penerima
hukuman, lalu dibaringkan di atas ranjang besi, tubuhnya disiram dengan
air mendidih beberapa kali, lalu dikuliti dengan menggunakan sikat besi.

Sama halnya seperti rakyat menyiram babi dengan air panas untuk dicabuti
bulunya. Terus hingga kulit dan daging terkelupas habis & tulangnya
terlihat. Penerima hukuman biasanya belum sampai selesai sudah mati
duluan. Sisir & bersihkan ini memiliki persamaan prinsip dengan
hukuman mati pelan-pelan (no 5). Menurut ada tercatat, Wu Sansi pernah
mengutus Zhou Lizhen untuk menangkap Heng Yanfan, kemudian diseret-seret
di atas rakit bambu sampai dagingnya terkoyak & terlihat tulangnya,
kemudian memukulinya dengan tongkat sampai mati.

SUMBER: http://dexus.forum.st/t189-16-hukuman-sadis-dalam-sejarah-kekisaran-cina-kuno

Pedang kuno berusia 2000 tahun dari cina


Museum Provinsi Hubei, China, beberapa waktu lalu memamerkan pedang Goujian si penguasa Yue. “Pedang Nomer Wahid di Dunia” itu telah berusia 2.000 tahun lebih tapi masih tetap tajam dan tidak berkarat, namun yang dipertanyakan ialah bagaimana ia bisa muncul di dalam makam bangsawan Chu?

Sebenarnya ia sebagai hadiah perang Negara Chu ataukah berupa bawaan mas kimpoi selir penguasa Chu Shaowang? Semuanya masih serba misterius.

Usia 2.000 tahun masih tajam dan tak berkarat
Menurut berita Hong.net, pada suatu senja Desember 1965, makam nomor 1 – Chu Gunung Jianglingwang – Provinsi Hubei sedang tegang-tegangnya dilakukan penggalian. Tatkala pekerja arkeologi dengan sangat hati-hati membuka peti mati si jenazah, secara tak terduga di sebelah kiri kerangka jenazah terlihat sebilah pedang perunggu yang masih terselip di dalam sarung pedang kayu yang dilapisi cat tersebut.

Pada saat si petugas mencabut pedang itu dari sarungnya, diiringi seberkas sinar dingin yang agak meyilaukan mata, semua orang di tempat itu terperangah. Seorang petugas lainnya begitu kurang hati-hati jarinya luka tergores dan darah mengalir seolah tak mau berhenti. Seorang petugas lainnya lagi mencoba ketajamannya dengan 16 lapis kertas, begitu menggunakan sedikit tenaga, tumpukan kertas itu semuanya robek terpotong.

Pedang perunggu kemilau tersebut memiliki ukuran: panjang 55,7 cm, lebar 4,6 cm, dan panjang gagangnya 8,4 cm, ujung gagangnya berbentuk lempengan bulat yang pada lingkaran dalamnya terdapat 11 lajur lingkaran dengan pahatan halus, halusnya sampai-sampai ada yang menyerupai sehelai rambut.

Sword Grid (bagian pelindung tangan antara pegangan dan pedang), sedikit menonjol keluar yang pada sisi depannya terpasang butiran-butiran kristal biru terbingkai batu turkis, meski di dalam kegelapan memancarkan sinar adem yang misterius. Pada tubuh pedang terdapat tekstur hitam berbentuk berlian yang luar biasa indah.

Yang paling menggembirakan para pakar adalah pada bagian pelindung tangan terdapat grafir 2 baris aksara bergaya Niaozhuan. Jumlah aksara itu ada 8 buah, pakar di lokasi situs kala itu hanya bisa mengungkap 6 aksara diantaranya yakni: “Yue Wang Zhi Zuo Yong Jian = pedang bikinan sendiri milik raja Yue”.

Wakil kepala bagian umum museum Provinsi Hubei, Wan Quanwen mengatakan, “Dua aksara di tengah yang menunjukkan nama orang, berdasarkan kajian berulang-ulang dari para ahli peneliti bahasa China kuno, baru terungkap itulah salah satu tokoh paling legendaris di dalam sejarah China yakni: Goujian (sang penguasa Yue)”.

SUMBER : http://dexus.forum.st/t192-pedang-kuno-berusia-2000-tahun-dari-cina

Tigerfish, Ikan Buas Asal Afrika

Jika Amerika Selatan punya piranha, Afrika punya ikan serupa yakni tigerfish. Meski datang dari spesies yang sangat berbeda, kedua ikan tersebut terkenal sangat buas saat sedang memburu mangsanya.

Namun berbeda dengan piranha, tigerfish memiliki 32 gigi yang tersusun secara jarang yang saling mengunci antara gigi atas dengan bawah serta tubuh berotot yang didesain untuk bergerak secara cepat.

Uniknya, ikan ini memiliki kantung berisi udara di tubuhnya yang berfungsi sebagai sound receiver. Alat ini mentransmisikan getaran dari air hingga memungkinkan tigerfish mendeteksi akan adanya hewan di sekitar dan mengambil tindakan yang tepat.

Sekelompok tigerfish bisa menangkap hewan dengan ukuran apapun, termasuk hewan darat yang berada terlalu dekat di pinggir sungai. Tigerfish dewasa umumnya berburu dalam kelompok kecil, terdiri dari 4-5 ekor ikan, namun cukup berbahaya. Sebagai gambaran, satu ekor tigerfish bisa menangkap mangsa yang memiliki ukuran sebesar tubuhnya sendiri.

Angler Jeremy Wade, seorang pemancing profesional asal Inggris merupakan satu dari sedikit orang yang berhasil menangkap ikan tersebut. Ia berhasil mengalahkan tigerfish berukuran panjang 5 kaki atau sekitar 1,5 meter berbobot 45Kg setelah berupaya menangkapnya selama 8 hari.

“Ikan ini sangat jarang dan sulit ditangkap karena ia tinggal di kawasan yang sangat terpencil dan sulit dijangkau,” kata Wade, seperti dikutip dari River Monsters, 29 Maret 2011. “Tidak ada pemandu ataupun penginapan di kawasan sekitar tempat tinggal ikan ini di sungai Congo,” ucapnya.

Wade menyebutkan, ikan ini juga sangat berbahaya untuk ditangkap. “Jika Anda tidak berhati-hati, ia dapat dengan mudah mencopot jari Anda atau lebih buruk lagi,” ucapnya.

Saat makanan jarang ditemui dan persaingan untuk mendapatkan mangsa sangat berat, tigerfish juga dapat melakukan kanibalisme. Menurut penelitian, hal ini umum terjadi, khususnya di musim kering.

Ikan ini juga diketahui menyerang manusia. Serangan tigerfish bisa mematikan karena giginya yang tajam dan taktik berburunya yang sangat agresif.
 SUMBER : http://dexus.forum.st/t277-tigerfish-ikan-buas-asal-afrika

Folowers

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More